• SMP AN-NURIYYAH BUMIAYU

  • Leading in Islamic Education and Knowledge
  • smp.annuriyyah@gmail.com
  • 0289-430696 / 0819-5939-7188
  • Pencarian

Penggunaan Media Video Tutorial Untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Pada Mapel Informatika Dengan Materi Menu Insert Microsoft Word Pada Peserta Didik Kelas VII Tahun Pelajaran 2019/2020 Semester 2 SMP An-nuriyyah Bumiayu Kabupaten Brebes

BAB I

PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan sarana peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif melalui proses pembelajaran. Pendidikan tidak terlepas dari istilah pembelajaran karena pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik pada lingkungan belajar yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pendidikan karakter (sikap).

Proses pembelajaran akan mempengaruhi hasil belajar yang diraih oleh peserta didik. Proses pembelajaran yang baik dan berkualitas akan membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi yang disampaikan guna mencapai hasil belajar yang baik. Agar memberi hasil yang baik maka kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara interaktif, menyenangkan, menginspirasi siswa, menantang, memotivasi secara aktif, memberi ruang bagi kreativitas, berfikir secara kritis,kolaboratif, dan kemandirian siswa sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.

Mata pelajaran informatika merupakan salah satu mata pelajaran yang diterima oleh siswa kelas VII di SMP An-nuriyyah Bumiayu Kabupaten Brebes.

Informatika merupakan mata pelajaran baru yang dirancang untuk menggantikan mata pelajaran prakarya pada tingkat SMP/MTs. Materi yang diajarkan pada mata pelajaran Informatika ini menintik beratkan pada penggunaan aplikasi komputer dan pemanfaatan teknologi untuk menunjang kegiatan sehari-hari apalagi diera pandemi covid-19 sekarang ini yang mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring. Kalaupun pembelajaran dilakukan secara luring, itupun dilakukan secara terbatas.

Sebagai mata pelajaran yang memiliki konsep pemanfaatan untuk kemudahan belajar siswa, proses Informatika dirancang agar berlangsung secara interaktif, menyenangkan, dan memberi ruang bagi siswa untuk terlibat secara aktif dan kreatif. Namun dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran Informatika masih menemui banyak permasalahan yang datang baik dari siswa maupun guru.

Dari hasil observasi awal yang dilakukan di SMP An-nuriyyah Bumiayu masih terdapat siswa yang belum memahami materi yang disampaikan oleh guru. Diperoleh informasi dari 15 siswa belum memahami materi sebanyak 7 siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil belajar siswa yang masih dibawah KKM (terlampir). Saat pembelajaran dimulai siswa banyak mengalami kesulitan saat mengerjakan LKPD dan soal posttest yang diberikan.

Penyebab kurangnya pemahaman siswa atas materi yang disampaikan oleh guru dikaiktan dengan waktu pembelajaran yang berkurang, dimana seharusnya 1 jam pelajaran adalah 40 menit menjadi hanya 30 menit yang menyebabkan waktu untuk siswa memahami materi berkurang yang notabenya siswa ada yang baru mengenal komputer. Pembelajaran dilakukan dengan model luring tapi dengan waktu yang terbatas, dimana mapel Informatika hanya dilaksanakan hanya 1 jam pelajaran.

Menyikapi permasalahan tersebut seorang guru harus memiliki solusi yang tepat agar pemahaman siswa atas materi yang telah disampaikan dapat meningkat. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan perlu adanya inovasi dalam pembelajaran agar mampu meningkatkan pemahaman siswa atas materi yang disampaikan. Penggunaan media pembelajaran dapat dijadikan cara untuk perbaikan dalam kegiatan belajar. Dengan menggunakan media pembelajaran audio visual, siswa akan lebih tertarik untuk lebih memahami materi. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media video tutorial, dimana siswa dapat belajar mandiri dirumah secara lebih intensif lagi.

Salah satu elemen media pembelajaran yang dapat merangsang aktifitas belajar siswa secara mandiri dan pemahaman siswa adalah media video. Didalam video tutorial terdapat serangkaian kegiatan serta tahapan sehingga siapapun dapat mengikuti dan mempraktikakan secara langsung dalam proses pembalajaran mandiri.

Penggunaan media video tutorial akan memberikan pengalaman yang lebih menarik dibandingkan dengan media lainnya, karena pada saat media digunakan indra dalam diri akan lebih mudah untuk merespon dan menangkap isi dari media tersebut.

Berdasarkan deskripsi yang telah dijelaskan, penelitian ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang ada dan meningkatkan pemahaman siswa atas materi yang disampaikan. Penelitian yang dirancang merupakan penelitian tindakan kelas dengan judul : “Penggunaan Media Video Tutorial Untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Pada Mapel Informatika Dengan Materi Menu Insert Microsoft Word Pada Peserta Didik Kelas VII Tahun Pelajaran 2019/2020 Semester 2  SMP An-nuriyyah Bumiayu Kabupaten Brebes”

 BIdentifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat dapat diidentifikasi beberapa permasalahan, diantaranya sebagai berikut :

  1. Proses belajar mengajar masih dirasa membosankan, guru belum memiliki inovasi – inovasi dalam proses belajar mengajar di dalam model luring.
  2. Pemahaman siswa atas materi yang telah disampaikan masih kurang karena waktu belajar yang berkurang yang mengakkibatkan hasil belajar siswa masih rendah.
  3. Media pembelajaran yang digunakan kurang efektif.

 C. Pembatasan Masalah

Mengingat banyaknya permasalahan yang teridentifikasi, keterbatasan peneliti dalam kemampuan waktu maupun biaya, penelitian ini difokuskan pada penggunaan media video tutorial untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada mapel informatika dengan materi menu insert microsoft word pada peserta didik kelas VII tahun pelajaran 2019/2020 semester 2  SMP An-nuriyyah Bumiayu Kabupaten Brebes.

 D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diperoleh berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah disampaikan adalah : Bagaimana penggunaan media pembelajaran video tutorial dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran informatika pada materi menu insert microsoft word kelas VII di SMP An-nuriyyah Bumiayu Kabupaten Brebes.

E. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah penelitian yang telah dikemukakan, penelitian ini bertujuan untuk meningkatan pemahaman peserta didik menggunakan media pembelajaran video tutorial pada mata pelajaran informatika pada materi menu insert microsoft word kelas VII di SMP An-nuriyyah Bumiayu Kabupaten Brebes.

F. Manfaat Penelitian

1. Bagi Peserta Didik

Dapat meningkatkan pemahaman siswa untuk belajar secara mandiri dan kemampuan menanggapi permasalahan dalam belajar serta meningkatkan kerjasama, pola pikir dan keaktifan saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga dapat meningkatkan hasil belajar yang maksimal.

2. Bagi Guru

  1. Sebagai masukan untuk guru agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas yang dikelolanya, baik luring maupun daring.
  2. Dengan melakukan PTK guru dapat berkembang secara professional karena dapat menunjukkan bahwa ia mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.
  3. Dapat memenuhi tugas pembuatan proposal PTK pada Program Profesi Guru (PPG) jurusan Teknik Komputer dan Informatika Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

3. Bagi Sekolah

Dapat memberikan gambaran untuk menindaklanjuti penggunaan media pembelajaran Video Tutorial untuk meningkatkan keaktifan siswa dan meningkatkan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran untuk mata pelajaran lainnya, bukan hanya mata pelajaran Informatika, baik dengan  model pembelajaran luring maupun daring.

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

A. Penelitian Tindakan Kelas

 

1. Pengertian Penilaian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas yang umum disingkat PTK (Classroom Action Research) adalah penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK berfokus pada proses belajar-mengajar yang terjadi di kelas, dilakukan pada situasi alami.

Dalam PTK, guru memberikan tindakan kepada siswa. Tindakan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sengaja dirancang untuk dilakukan oleh siswa dengan tujuan tertentu. Menurut Arikunto (2007), yang dimaksud dengan “tindakan” adalah suatu kegiatan yang diberikan oleh guru kepada siswa agar mereka melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya, bukan hanya mengerjakan soal yang ditulis di papan tulis, atau mengerjakan LKS.

PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Suharsimi Arikunto 2006:3). Suharsimi Arikunto (Buku PTK, Th. 2002 Bumi Aksara) menjelaskan bahwa : “PTK merupakan paparan gabungan definisi dari tiga kata ”penelitian, tindakan, dan kelas.”

Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat bagi peneliti atau orang-orang yang berkepentingan dalam rangka peningkatan kualitas diberbagai bidang. Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang dalam pelaksanaannya berbentuk rangkaian periode / siklus kegiatan. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama dan tempat yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru yang sama

2. Langkah-langkah Penilaian Tindakan Kelas

Agar pelaksanaan PTK mencapai hasil yang maksimal, maka perlu direncanakan dan disiapkan dengan matang. Menurut Hopkins (1993), penelitian tindakan kelas diawali dengan perencanaan tindakan (Planning), penerapan tindakan (action), mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan (Observation and evaluation). Sedangkan prosedur kerja dalam penelitian tindakan kelas terdiri atas empat komponen, yakni perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting), dan seterusnya hingga perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan).

Lebih singkatnya, langkah-langkah penelitian tindakan kelas diantaranya yaitu:

  1. Perencanaan (Planning), yaitu persiapan yang dilakukan untuk pelaksanaan Penellitian Tindakan Kelas, seperti: menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan pembuatan media pembelajaran. Dalam perencanaan PTK, terdapat tiga dasar, yaitu identifikasi masalah, merumuskan masalah, dan pemecahan masalah. Pada masing-masing kegiatan, terdapat sub-sub kegiatan yang sebaiknya dilaksanakan untuk menunjang sempurnanya tahap perencanaan.
  2. Pelaksanaan Tindakan (Acting), yaitu deskripsi tindakan yang akan dilakukan, skenario kerja tindakan perbaikan yang akan dikerjakan serta prosedur tindakan yang akan diterapkan. Pelaksanaan adalah menerapkan apa yang telah direncanakan pada tahap satu, yaitu bertindak di kelas. Hendaknya perlu diingat bahwa pada tahap ini, tindakan harus sesuai dengan rencana, tetapi harus terkesan alamiah dan tidak direkayasa. Hal ini akan berpengaruh dalam proses refleksi pada tahap empat nanti dan agar hasilnya dapat disinkronkan dengan maksud semula.
  3. Observasi, ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan semua rencana yang telah dibuat dengan baik, tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang dapat memberikan hasil yang kurang maksimal dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kegiatan observasi dapat dilakukan dengan cara memberikan lembar observasi atau dengan cara lain yang sesuai dengan data yang dibutuhkan.
  4. Refleksi (Reflecting), yaitu kegiatan evaluasi mengenai perubahan yang terjadi atau hasil yang diperoleh atas yang terhimpun sebagai bentuk dampak tindakan yang sudah dirancang. Berdasarkan langkah ini, maka akan diketahui perubahan yang terjadi. Bagaimana dan sejauh mana tindakan yang ditetapkan mampu mencapai perubahan atau mengatasi masalah secara signifikan. Bertolak dari refleksi ini pula suatu perbaikan tindakan dalam bentuk replanning dapat dilakukan.

B. Video Tutorial

Video adalah sinyal-sinyal elektronis yang menayangkan gambar-gambar statis secara berurutan dengan cepat, yang umumnya disertai dengan audio. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan, bahwa video merupakan salah satu jenis media audio- visual yang dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Kemampuan video melukiskan gambar hidup dan suara memberikan daya tarik tersendiri yang bisa dipergunakan sebagai media pembelajaran.

Tutorial adalah metode pentransferan ilmu pengetahuan yang lebih efektif daripada buku maupun guru. Dalam tutorial ini selalu disertakan contoh langsung, baik pengoperasian atau kasus yang nyata, sehingga dalam proses pemahaman akan menjadi lebih baik (Wind, 2014: 1).

Berdasarkan kedua penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa video tutorial merupakan panduan tentang cara menjelaskan sesuatu, baik materi pembelajaran atau pelatihan maupun proses pengoperasian suatu sistem (hardware dan software) yang dikemas dalam bentuk media video yang ditujukan kepada siswa. Video tutorial merupakan metode pentransferan ilmu pengetahuan yang dikirimkan atau dibentuk dalam format gambar bergerak. Pengertian tersebut memperjelas bahwa video tutorial akan membuat suatu penjelasan atas materi menjadi lebih mudah karena siswa cenderung lebih tertarik untuk mempelajarinya.

C. Konsep Antarmuka (User Interface)

Secara umum user nterface adalah hubungan manusia dan komputer dalam suatu perangkat baik layar tampilan, keyboard, mouse, dan desktop. Namun, menurut ahli user nterface (Lastiansah, 2012) adalah cara program dan pengguna berinteraksi. Dalam istilah user nterface terkadang digunakan sebagai pengganti istilah Hubungan manusia dan Komputer atau Human Computer Interaction ( HCI ) yang mana semua aspek saling berhubungan.

Konsep user nterface memiliki banyak aspek yang perlu diperhatikan, karakteristik yang dibutuhkan untuk membuat desain UI yang bagus antara lain :

  1. Jelas dan ringkas
  2. Desain responsif
  3. Informasi terstruktur
  4. Konsisten
  5. Kontras warna yang baik

D. Informatika

Sesuai dengan Permendikbud Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, diterangkan bahwa mulai tahun ajaran 2013/2014, kurikulum yang dipergunakan bukan lagi kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) melainkan Kurikulum 2013. Penerapan Kurikulum 2013 membawa beberapa perubahan penting dalam pelaksanaan pembelajaran termasuk perubahan pada mata pelajaran yang diajarkan. Pada tingkat SMP/MTs, salah satu perubahan pada mata pelajaran yang diajarkan adalah penghapusan mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Prakarya merupakan mata pelajaran yang ditujukan untuk menggantikan mata pelajaran TIK pada SMP/MTs yang dihapuskan oleh kebijakan Kurikulum 2013. Mata pelajaran Prakarya sendiri terdiri dari 4 (empat) bagian yaitu ; kerajinan, pengolahan, rekayasa, dan budidaya. Hal ini sangat jauh berbeda dengan mata pelajaran TIK yang lebih dekat dengan pengunaan teknologi komputer. Hal inilah yang menjadi dilema bagi para guru yang tadinya mengajar mapel TIK yang harus mengajar mata pelajaran prakarya yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya.

Mata pelajaran TIK sangatlah penting perannya untuk memberi bekal kepada siswa untuk menghadapi era digital sekarang ini, khususnya didaerah pedesaan yang sebagian besar siswanya belum mengenal teknologi komputer. Pada tahun pelajaran 2019/2020 pemerintah mulai menerapkan kembali mapel TIK, namun dengan menggunakan nama mata pelajaran lain, yakni Informatika.

Sebagian besar SMP/MTs di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes sudah menerapkan mapel Informatika ini, namun penerapan mapel Informatika hanya diakui (Dapodik) untuk sekolah-sekolah tertentu saja, yakni sekolah-sekolah yang ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan mapel Informatika.

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 A. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-G yang berjumlah 15 siswa.  Penelitian dilakukan pada mata pelajaran Informatika model pembelajaran luring. Pemilihan kelas dan mata pelajaran yang diteliti didasarkan pada permasalahan yang ditemukan selama observasi, yaitu rendahnya pemahaman  siswa yang mengakibatkan hasil belajar siswa rendah pula selama kegiatan belajar-mengajar dengan model luring dengan pengurangan jumlah jam pelajaran.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelilitan dilaksanakan di SMP An-nuriyyah Bumiayu yang beralamat di jalan Bandung no. 55 Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Penelitian dilaksanakan pada tahun pelajaran 2019/2020 semester  Genap yang dimulai pada bulan juni sampai dengan juli 2020.

Siklus

Hari, tanggal

Waktu

Materi

Ket

1

Rabu, 10 Juni 2020

09.30-10.30 WIB

Menu Insert Microsoft Word (1)

Luring

2

Senin, 16 Juni 2020

09.00-10.00 WIB

Menu Insert Microsoft Word (2)

Luring

 C. Deskripsi Per Siklus

1. Siklus 1

a. Tahap Perencanaan Tindakan

Adapun langkah kerja dalam tahap perncanaan antara lain :

  • Menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) model Luring untuk materi menu Insert Microsoft Word (1)
  • Menyiapkan bahan ajar
  • Menyiapkan media ajar video tutorial
  • Menyiapkan lembar kerja peserta didik (LKPD)
  • Menyusun alat evaluasi

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap pelaksaan tindakan siklus 1 ini dilakukan pembelajaran mengacu pada RPP luring yang telah disiapkan. Adapaun langkah kegiatan pada tahap pelaksanaan ini sebagai berikut :

  • Melakukan pembelajaran Luring dengan mamatuhi protokol kesehatan tentunya.
  • Siswa mengerjakan soal evaluasi, LKPD, dan melakukan unjuk kerja (praktek) untuk mengukur hasil belajar siswa.

c. Tahap Observasi atau Pengamatan

Pada tahap observasi atau pengamatan ini, tindakan yang dilakukan adalah mengamati secara langsung aktivitas siswa selama mengerjakan soal evaluasi, LKPD, dan melakukan unjuk kerja (praktek) mengenai materi menu Insert Microsoft Word (1). Kemudian data hasil dari evaluasi tersebut dianalisa dengan rata-rata kelas, nilai maksimal dan nilai minimal serta jumlah siswa yang tuntas maupun tidak tuntas

d. Refleksi

Refleksi dilakukan dengan berdasarkan pada data hasil observasi, untuk selanjutnya dianalisis.

 

2. Siklus 2

Pada siklus 2, tahapannya sama dengan siklus 1.

a. Tahap Perencanaan Tindakan

Adapun langkah kerja dalam tahap perncanaan antara lain :

  • Menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) model Luring untuk materi menu Insert Microsoft Word (2)
  • Menyiapkan bahan ajar
  • Menyiapkan media ajar video tutorial
  • Menyiapkan lembar kerja peserta didik (LKPD)
  • Menyusun alat evaluasi

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap pelaksaan tindakan siklus 2 ini dilakukan pembelajaran mengacu pada RPP luring yang telah disiapkan. Adapaun langkah kegiatan pada tahap pelaksanaan ini sebagai berikut :

  • Melakukan pembelajaran Luring dengan mamatuhi protokol kesehatan tentunya.
  • Siswa mengerjakan soal evaluasi, LKPD, dan melakukan unjuk kerja (praktek) untuk mengukur hasil belajar siswa.

c. Tahap Observasi atau Pengamatan

Pada tahap observasi atau pengamatan ini, tindakan yang dilakukan adalah mengamati secara langsung aktivitas siswa selama mengerjakan soal evaluasi, LKPD, dan melakukan unjuk kerja (praktek) mengenai materi menu Insert Microsoft Word (2). Kemudian data hasil dari evaluasi tersebut dianalisa dengan rata-rata kelas, nilai maksimal dan nilai minimal serta jumlah siswa yang tuntas maupun tidak tuntas

d. Refleksi

Refleksi dilakukan dengan berdasarkan pada data hasil observasi, untuk selanjutnya dianalisis.

 

BAB IV

HASIL DAN KESIMPULAN

 

A. HASIL

1. Hasil Penelitian Siklus 1

Setiap siklus memiliki 2 aspek yang dibahas sesuai dengan indikator dan tujuan penelitian tindakan kelas serta permasalahan yang terkandung dalam judul penelitian, yaitu :

a. Kualitas Praktik Pembelajaran Menggunakan Media Pembelajaran Video Tutorial

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap analisis data dan interpretasi data terbukti bahwa pada kegiatan Siklus I memliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan dalam praktik pembelajaran menggunakan media videotutorial  pembelajaran sudah dapat terlaksana dengan baik. Video yang disaksikan oleh siswa sudah dapat ditangkap dengan baik dan sudah mampu menunjang pemahaman siswa terhadap materi. Pemutaran video melalui aplikasi pemutar video dirasa tidak mengalami banyak kendala. Kejelasan suara dan gambar tersampaikan dengan baik. Peneliti juga membagikan link video pembelajaran, yang bisa diakses melalui google drive maupun  channel youtube sekolah agar siswa yang belum memahami, atau tertinggal dalam menyaksikan tayangan dapat berulang-ulang menyaksikannya kembali.

Kelemahan dalam praktek pembelajaran siklus 1 ini adalah masih kurang beraninya siswa dalam menyampaikan suatu pendapat/pertanyaan/pernyataan. Hal ini terlihat pada saat sesi presentasi hasil diskusi kelompok, dimana kelompok lain tidak ada yang menyampaikan pendapat/pertanyaan/pernyataan atas presentasi yang telah dilakukan. Setelah pembelajaran selesai, siswa diminta untuk berlatih berbicara di forum untuk menyampaikan suatu pendapat/pertanyaan/pernyataan.

b. Pemahaman Siswa

Berdasarkam rekapitulasi dan analisis data hasil belajar siklus I yang meliputi penilaian pengetahuan berupa soal evaluasi, penilaian keterampilan mempresentasikan dan menilai, siswa dirasa sudah mengalami peningkatan dalam pencapaian hasil belajar. Hal ini dibuktikan dengan hasil penilaian pada siklus I, dimana pada kegiatan pra siklus prosentase ketuntasan siswa sebesar 53 %. Siswa yang tuntas dalam kegiatan ini sebanyak 8 siswa. Jumlah ini tentunya jauh dari harapan, sedangkan siswa yang tidak tuntas berjumlah 7 siswa.

Setelah pelaksanakan siklus I dimana media video tutorial sudah diterapkan diperoleh hasil kentutasan belajar siswa sebesar 73 %. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 11 siswa dan siswa yang belum tuntas sebanyak 4 siswa. Hal ini membuktikan adanya kenaikan dari 53% menjadi 73 %. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa adalah 76 untuk nilai pengetahuan dan 78 untuk nilai keterampilan. Beberapa diantaranya siswa yang bernama, Galang, Hanun, Nadia, dan Putra perlu dilakukan pelayanan dan pembimbingan karena belum tuntas dalam pembelajaran siklus I. Dengan jumlah siswa yang sedikit kurang dari 20 anak, seharusnya tingkat ketuntasan juga lebih tinggi. Dengan demikian direkomendasikan untuk dilaksanakan siklus ke II dengan persiapan yang lebih matang dan mengatasi kekurangan-kekurangan pada siklus ke I

 

2. Hasil Penelitian Siklus 2

Setelah melalui siklus I perlu diadakan perbaikan pada siklus ke II berkaitan dengan kegiatan praktik pembelajaran dengan menggunakan media video pembelajaran.

a. Kualitas Praktik Pembelajaran Menggunakan Media Pembelajaran Video Tutorial

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap analisis data dan interpretasi data terbukti bahwa pada kegiatan Siklus II telah dilakukan perbaikan terhadap proses pembelajaran, dimana siswa lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti pelajaran. Dengan demikian penerapan media video tutorial juga terlaksana dengan baik. Nampak pada awal kegiatan pra siklus, kegiatan siklus I dan siklus II terus mengalami kenaikan dari segi hasil belajar siswa. Hal ini mencerminkan penerapan media yang dilakukan dapat menunjang pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan. Meskipun bahan ajar, LKPD atau perangkat yang lain tetap digunakan, namun video tutorial dapat menunjang perangkat yang lain agar lebih memberikan kesan dan pemahaman bagi siswa.

b. Pemahaman Siswa

Pemahaman siswa menunjukkan mengalami peningkatan. Hal ini tampak dari rekapan hasil belajar siswa pada pra siklus, meningkat pada pelaksanaan siklus ke I. Hal ini ditunjang dengan perbaikan kualitas proses praktik pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya. Pada kegiatan pra siklus ketuntasan siswa mencapai 53 %, sedangkan pada kegiatan siklus ke 1 ketuntasan siswa mencapai 73%. Pada kegiatan siklus ke 2 ketuntasan siswa mencapai 100 %. Hal ini sebanding dengan jumlah siswa terbimbing di kelas sebanyak 15 siswa yang memiliki kemampuan rata-rata sama, dimana jumlah siswa yang lebih sedikit menuntut guru untuk lebih intensif dalam melakukan pembimbingan siswa. Harapannya ketuntasan 100 % menjadi hal yang harus dicapai oleh guru dengan siswa yang memiliki jumlah sedikit per kelasnya.

3. Analisa Data Akhir

Seluruh rangkaian penelitian telah dilakukan perlu dilakukan analisis, apakah penelitian yang dilakukan dapat memberikan dampak bagi pembelajaran yang telah dilakukan. Harapan penulis, dengan dilakukannya penelitian tindakan kelas ini dapat memberikan efek positif dan memperbaiki hasil pembelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa.

Berdasarkan hasil penilaian pengetahuan maupun keterampilan didapatkan hasil analisis sebagai berikut :

Tabel Analisis Pemahaman Siswa Siklus I dan II

Aspek Pengetahuan

KKM : 72

No

Nama Siswa

Hasil Belajar

Rata-rata

Selisih Nilai

Nilai Naik/ Turun

Siklus I

Siklus II

1

Artika Sari Defi

75

80

78

5

Naik

2

Chaerin Hanum Listi

80

85

83

5

Naik

3

Dea Intan Nur Annisa

75

80

78

5

Naik

4

Dinda Tiara Zerlina

85

90

88

5

Naik

5

Farah Asaly Fisnaini

85

90

88

5

Naik

6

Galang Riski Prasetyo

65

75

70

10

Naik

7

M. Ghithrif Hanun Athaya

60

75

68

15

Naik

8

Mahya Dwi Azzahra

75

80

78

5

Naik

9

Muhammad Faiz

80

85

83

5

Naik

10

Nabila Shafa Cahyani

75

80

78

5

Naik

11

Nadia Adnin

70

75

73

5

Naik

12

Naura Aulya Fadila

75

80

78

5

Naik

13

Ramdani Saputra

70

75

73

5

Naik

14

Tahsya Rahma Hidayah

80

82

81

2

Naik

15

Vania Aishanajdah Anindya

90

95

93

5

Naik

 

Aspek Keterampilan

KKM : 72

No

Nama Siswa

Hasil Belajar

Rata-rata

Selisih Nilai

Nilai Naik/ Turun

       

Siklus I

Siklus II

1

Artika Sari Defi

       

75

85

80

10

Naik

2

Chaerin Hanum Listi

       

85

90

88

5

Naik

3

Dea Intan Nur Annisa

       

75

80

78

5

Naik

4

Dinda Tiara Zerlina

       

90

95

93

5

Naik

5

Farah Asaly Fisnaini

       

90

95

93

5

Naik

6

Galang Riski Prasetyo

       

70

75

73

5

Naik

7

M. Ghithrif Hanun Athaya

       

65

75

70

10

Naik

8

Mahya Dwi Azzahra

       

80

85

83

5

Naik

9

Muhammad Faiz

       

80

85

83

5

Naik

10

Nabila Shafa Cahyani

       

75

80

78

5

Naik

11

Nadia Adnin

       

70

75

73

5

Naik

12

Naura Aulya Fadila

       

75

80

78

5

Naik

13

Ramdani Saputra

       

70

80

75

10

Naik

14

Tahsya Rahma Hidayah

       

80

85

83

5

Naik

15

Vania Aishanajdah Anindya

       

95

100

98

5

Naik

 

Hasil analisis di atas menunjukkan bahwa hasil belajar siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Peningkatan tampak pada hasil belajar seluruh siswa dimana terjadi peningkatan pada nilai di siklus ke-II. Rata- rata nilai siswa juga naik seluruhnya dari siklus ke-I sebesar 76 naik menjadi 82 pada aspek pengetahuan dan 78 menjadi 84 pada aspek keterampilan. Sedangkan prosentase ketuntasan belajar siswa naik dari 73 % menjadi 100 %. Jika digambarkan dalam tabel rekapitulasi hasil belajar siklus ke-I dan Ke-II maka didapatkan hasil sebagai berikut :

 

Jumlah Siswa

Prosentase Ketuntasan

 

Pengetahuan

Keterampilan

 

Siklus I

Siklus II

Siklus I

Siklus II

Siklus I

Siklus II

Tuntas

11

15

73%

100%

73%

100%

Belum Tuntas

4

0

27%

0%

27%

0%

 

B. KESIMPULAN

Kegiatan penelitian yang dirancang sebelumnya telah selesai dilaksanakan dengan tuntas. Seluruh kegiatan PTK yang direncanakan dan telah dilaksanakan dengan baik. Sehingga ada beberapa hal yang bisa disimpulkan, kegiatan penelitian ini dilaksanakan dalam 4 kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.

Kegiatan penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang terlihat dari hasil belajar siswa, yakni rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata 72 menjadi 76, kemudian menjadi 82 pada aspek pengetahuan dan dari rata-rata 75 menjadi 78, kemudian menjadi 84 pada aspek keterampilan. Sedangkan ketuntasan belajar siswa dari 53 % meningkat menjadi 73 %, kemudian meningkat lagi menjadi 100 %. Pada kegiatan ini, penelitian telah memberikan dampak positif bagi respon siswa. Setelah melakukan penelitian siswa lebih memahami materi pelajaran yang disampaikan, sebagaimana data hasil belajar siswa, seperti yang terlihat pada grafik dibawah ini :

 

 -

Grafik rata-rata hasil belajar siswa

 

 -

Grafik prosentase ketuntasan siswa

 CSARAN

Setelah dilakukan serangkaian kegiatan penelitian diharapkan pengembangan media pembelajaran tetap dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Masih banyak hal yang perlu dipelajari dalam mengembangkan kemampuan untuk membuat media yang menarik dan bermanfaat bagi pembelajaran. Tujuan utama pembuatan media pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa, dengan demikian diharapkan pemahaman yang meningkat dapat membuat siswa mendapatkan prestasi yang lebih baik.

Demikian laporan hasil penelitian tindakan kelas ini dibuat, semoga dapat dijadikan acuan untuk penelitian tindakan kelas berikutnya. Atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, Suharsimi., Suhardjono., Supardi. 2017. Penelitian Tindakan Kelas Edisi Revisi.Jakarta : Bumi Aksara

Arikunto, Suharsimi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk Guru, Kepala Sekolah, pengawas, dan Penilai. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta

Arikunto, Suharsimi. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah disajikan dalam Diklat Pengembangan Profesi dan Jabatan Fungsional Guru, Direktorat Tenaga Kependidikan Dasar dan Menengah, Ditjen Dikdasmen, Diknas.

Permendikbud Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs

https://www.pelajaran.co.id/pengertian-ptk-tujuan-karakteristik-prinsip-langkah-dan-model-penelitian-tindakan-kelas-ptk/ .Diakses pada tanggal 1 juli 2021.

http://simulasidigital-muchamadekisa.blogspot.com/2017/11/pengertian-video-tutorial-pembelajaran.html .Diakses pada tanggal 1 juli 2020.

https://rifqimulyawan.com/blog/pengertian-tutorial/ .Diakses pada tanggal 1 juli 2020.

https://www.samagaha.com/2019/09/12/pengertian-user-interface-ui-atau-antar-muka-pengguna/ Diakses pada tanggal 2 juli 2020.

https://www.niagahoster.co.id/blog/user-interface/ Diakses pada tanggal 2 juli 2020.

Komentari Tulisan Ini